Ajarkan Anak Etika Menelepon

View previous topic View next topic Go down

Ajarkan Anak Etika Menelepon

Post  trully-violet on Sun 17 Jan - 5:53

MELIHAT anak usia sekolah dasar punya telepon genggam rasanya sudah tidak asing lagi. Ajarkan anak-anak etika menelepon sebab aktivitas ini juga terkait dengan nilai menghargai dan menghormati orang lain.

Kapan waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan etika menelepon pada anak-anak? Jawabannya, kapanpun anak terlihat mulai tertarik pada telepon. Mainan telepon adalah alat yang bisa Anda manfaatkan untuk mengajarkan etika menelepon, demikian seperti dikutip Sheknows.

Anak dikatakan mampu dan diperbolehkan untuk menggunakan telepon sesungguhnya adalah tergantung pada minat dan kelayakannya. Bisa jadi anak tertua Anda belum tertarik pada telepon, padahal Anda telah mengijinkan ia untuk menggunakannya. Sementara si bungsu justru tertarik terlalu dini, jauh sebelum ia mendapat ijin menggunakan telepon.

Melakukan panggilan

Etika menelepon adalah tentang rasa hormat. Sebuah pengalaman awal yang baik untuk mengajarkan cara menggunakan telepon adalah dengan menelepon kakek atau teman si kecil. Cara ini relatif aman karena si kecil melakukan panggilan dengan orang yang juga Anda kenal.

Ketika mereka menelepon, ajarkan mereka untuk berkata, "Halo, ini Joe. Bolehkah saya bicara dengan John?", misalnya. Ajarkan pula untuk menutup telepon dengan ucapan "Terima kasih" dan "Selamat tinggal."

Menjawab

Selain nilai penghormatan terhadap penelepon, apa yang dikatakan si kecil ketika dia menjawab telepon sebaiknya juga memerhatikan keamanan. Sebab ketika menjawab telepon, ia lebih banyak mengambil peran sebagai pengumpul informasi daripada pemberi informasi.

Memberitahu nama atau informasi lain tidak selalu tepat. Untuk antisipasi, manfaatkan caller ID. Jika anak-anak (biasanya kita memberikan kelonggaran menjawab telepon pada si sulung) tidak mengenali caller ID, maka jangan biarkan mereka menjawab telepon. Anda sendiri pasti akan melakukan hal serupa. Kalau orang di seberang sana memang berniat baik, dia pasti akan meninggalkan pesan, dan setelah itu Anda bisa meneleponnya kembali.

Instruksikan anak-anak untuk tidak memberikan nama mereka jika si penelepon adalah orang yang tidak benar-benar mereka kenal. Jika ragu, beritahu mereka untuk memberikan panggilan tersebut pada orangtua, atau minta si penelepon untuk menelepon lagi lain waktu.

Menerima dan memberikan pesan

Salah satu bagian tersulit mengajarkan etika menelepon pada anak-anak adalah menerima pesan dan memberikannya ke penerima dimaksud. Solusi sederhananya adalah buku catatan atau kertas untuk pesan-pesan, seperti dalam bentuk buku berjilid spiral agar mudah dibolak-balik dan alat tulis di dekat pesawat telepon.

Ada baiknya Anda menyediakan kertas yang bertuliskan “nama, nomor, dan pesan” agar si kecil bisa segera menuliskan identitas penelepon saat Anda tak ada di rumah.

Pada permulaan, terkadang anak-anak tidak cukup berhasil. Anda hanya perlu mengulang dan mengulangnya lagi. Sebab, mengajarkan tata karma menelepon adalah sebuah proses, bukan hanya memerlukan satu kali contoh. Butuh waktu dan latihan.

trully-violet
agreditasi

Posts : 15
Join date : 2010-01-15
Location : manado

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum